ide cerita ini sebenarnya berasal dari tulisan seseorang *dikatakan seseorang karena akoe belum kenal sama dia
*
Akoe jadi teringat pada diri sendiri *blum ada niat untuk ingat orang lain dulu :p*. Akoe punya sifat baik yang dominan *edd… memuji diri sendirimi sede’
* tapi membiarkan sifat buruk didalam diri akoe tetap ada *lho kenapa bisa begitu???*, dan sedikitpun tak ada niat untuk merubah sifat buruk itu jadi baik *aneh*. Akoe selalu memandang dunia ini dari sudut pandang akoe yang universal dan tidak diatur oleh aturan yang ada *edd… mulaima sok liberal*, dimana kebenaran belum tentu benar dan kejahatan juga belum tentu jahat *kok… jadi kayak cerita detektif*.
Kebenaran belum tentu benar *menurut akoe lho…* karena sifatnya yang relatif dan sangat tergantung pada sudut pandang dan kesepakatan orang banyak, jika suatu saat kebenaran itu sudah tidak disepakati maka dengan memakai tambahan elemen waktu, kebenaran itu bisa diamandemen dijadikan kesalahan *edd… jadi ingat sama guru PMP-ku*.
***paragraf 4 idem sama 3 tinggal ganti kata baik jadi salah dan salah jadi benar
***
Jadinya akoe lebih memilih memandang benar dan salah dari sudut pandang akoe… terserah apa kata dunia *ups… anak makassar belajar logat batak* walaupun akoe telah diberi kesempatan memilih oleh dunia, akoe tetap akan abstain *edd… kayak pemilihan umum saja* bagi akoe yang benar menurut akoe adalah benar dan yang salah menurut akoe adalah salah terserah dunia mau bilang apa tidak pake acara pemilihan umum segala titik (mode keras kepala : ON)
Anonymous: Trus bagaimanami carana akoe tentukan itu benar ato salah kalo tidak melalui mekanisme pemilihan umum ??? *orang ini masih terpengaruh pilkada kayaknya*.
Akoe: cuma mengikuti kata hati sendiri tanpa pernah melihat aturan umum walaupun kasat mata akoe tahu itu salah menurut aturan umum tetap akan akoe lakukan, walaupun ada pilihan lain yang menurut aturan umum itu benar.
Akoe jadi ingat sajak seorang pujangga :
Aku putra kehidupan yang rindu akan diriku sendiri
Aku datang melalui engkau tapi bukan dari engkau
Dan walau aku ada bersamamu tapi aku bukan kepunyaanmu
Kau dapat memberi aku cinta kasihmu
Tapi bukan pikiranmu
Sebab aku memiliki pikiranku sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuhku
Tapi tidak jiwaku
Sebab jiwaku bermukim dirumah masa depanku
Yang tidak dapat engkau gapai
Bahkan tidak dalam mimpi-mimpimu sekalipun
Kau boleh berusaha menjadi diriku
Tetapi jangan berusaha membuatku seperti dirimu
Karena kehidupanku hanya untuk diriku sendiri
Yah… itulah akoe *pasang muka pasrah* walaupun bisa dikatakan egois tapi mau diapa lagi *dengan tatapan kosong*, jadi kalo kalian ketemu dengan akoe black version *edd… kayak software saja pake’ versi :p* jangan terkejut, sebab itu bagian lain dari diri akoe yang white version
.
“follow your heart, break the rule and the show must go on”