Teringat kejadian di malam itu, malam dimana segala kekecewaanku pada semuanya memuncak. Membuatku teringat kata-kata seorang pujangga “Tuhan tak akan mendengar kata-katamu, kecuali tuhan sendiri yang memanjatkannya lewat bibirmu”.
malam itu akupun berdoa…
Tuhanku yang agung
Kehendakmulah yang menjadi keinginan dalam diri ini
Hasratmulah yang menjadi hasrat dalam diri ini
Doronganmulah didalam diri ini
Yang akan mengubah malamku yang adalah kepunyaanmu
Menjadi siangku yang adalah kepunyaanmu jua
Aku tak kuasa meminta apapun darimu
Karena engkau maha tahu keinginanku
Bahkan sebelum keinginan itu lahir dalam diriku
Sejak doa tulusku ini kupanjatkan, maka tak ada lagi doa tulus yang keluar dari bibirku.
*nb : Doa ini berasal dari sebuah kutipan yang kumodifikasi untuk diriku sendiri*
22 Januari 2008 pukul 3:06 pm
amin..semoga doa nya dikabulkan olehNya..
22 Januari 2008 pukul 5:30 pm
amin….
23 Januari 2008 pukul 10:11 pm
bener juga ya, mengingat tuhan yang bikin takdir kita, Dia pasti tau apa yang mau kita lakuin. Salut dan…Amin. Kabulkan doa ini, ya Tuhan.
8 Februari 2008 pukul 8:49 pm
bagus tuh doanya, smoga dikabulin. hehe. salam kenal.
11 Mei 2008 pukul 2:57 pm
saya sedang mencari pemiliknya
udah lama ngga mampir di sini